Senin, 30 Mei 2016

Ghostbusters 3 (Juli 2016)

Hasil gambar untuk sinopsis ghostbusters 2016

Ghostbusters 3  merupakan film yang bertemakan Komedi dan juga Supranatural, Film Ghostbusters 2016 disutradarai oleh Paul Feig dan juga ditulis oleh Katie Dippold sebagai penulis naskah dalam film ini. Kemudian untuk dapat melancarkan jalannya cerita, film ini turut diramaikan oleh beberapa artis dan juga aktor seperti Kristen Wiig, Melissa McCarthy, Kate McKinnon, Leslie Jones, Chris Hemsworth, Neil Casey, dan Andy García.

Film ini bercerita tentang sepasang penulis yang bernama Erin Gilbert (Wiig) dan Abby Yates (McCarthy) yang sempat menulis sebuah buku tentang hantu.

Sinopsis Film Ghostbusters (2016)
Film Ghostbusters  ini bercerita tentang Erin Gilbert (Wiig) dan Abby Yates (McCarthy) adalah sepasang penulis yang menulis buku tentang adanya hantu adalah sebauah kenyataan. Beberapa tahun kemudian Gilbert mendapatkan posisi untuk mengajar di universitas bergengsi tepatnya di Universitas Columbia, tapi bukunya muncul kembali dan dia pun tertawa. Gilbert bereuni dengan Yates dan yang lainnya ketika hantu menyerang Manhattan, ia dan timnya harus menyelamatkan dunia dari serangan para hantu yang berkeliaran di kota.
Berbeda dari versi dari film Ghostbusters 3 ini sebelumnya yaitu anggota dari grup Ghostbuster semuanya adalah wanita yang kaan menjalani tugas grup mereka yaitu untuk memburu para Hantu yang berkeliaran. Yang menjadi Sutradara dalam Film ini adalah Paul Feig yang sebelumnya juga sukses dengan film arahanya yang berjudul Bridesmaids dan The Heat, kemudian dalam proyek film kali ini Paul Feig juga kembali bekerjasama dengan penulis dalam film The Heat.


Detail Cast and Crew Film Ghostbusters (2016)

Genre
             : Comedy
Produser         : Jim Whitaker, Dorothy Aufiero
Sutradara       : Pauk Feig
Penulis                        : Katie Dippold
Pemain Film   :
1. Kristen Wiig (Erin Gilbert)
2. Melissa McCarthy (Abby Yates)
3. Kate McKinnon (Jillian Holtzmann)
4. Leslie Jones (Patty Tolan)
5. Chris Hemsworth (Kevin)
6. Neil Casey (Rowan)
7. Andy García (Walikota New York City)
8. Michael K. Williams (Hawkins)
9. Matt Walsh (Rourke)
10. Cecily Strong
11. Pat Kiernan (Pembawa Acara tv)
Tanggal Rilis   : 22 Juli 2016
Rumah Produksi  :Sony Pictures Entertaiment
MPAA                         : Remaja (R 13+)



Sumber: www.pusatsinopsis.com

Sinopsis Assassin's Creed (Desember 2016)

Fox dan Ubisoft mengumumkan bahwa video game RPG populer berjudul Assassin’s Creed akan diangkat ke layar lebar pada tahun rilis 2016 dengan judul sama

 Sinopsis Assassin's Creed 2016
Skenario film ini akan digarap oleh seorang penulis Michael Lesslie yang bercerita tentang seorang penjahat yang direkrut oleh sebuah perusahaan bernama Abstergo untuk memulihkan sebuah artefak suci.
Hasil gambar untuk assassin's creed

Sinopsis Assassin's Creed 2016. 
"Assassin Creed" adalah versi film dari permainan  "X-Men: Apocalypse" aktor Michael Fassbender akan peran utama.

Fassbender akan memainkan karakter bernama Callum Lynch, seorang pembunuh baru yang belum begitu mahir.

sinopsis Assassin's Creed 2016. Menurut Yahoo Movies, Lynch hidup dalam pengaturan modern-hari tetapi ia akhirnya akan menemukan bahwa ia adalah keturunan dari masyarakat rahasia pembunuh. 

Dia akan membuka kenangan genetik yang juga akan memungkinkan dia untuk mengalami petualangan leluhurnya, Aguilar.

Lynch akan mendapatkan keterampilan dan keahlian sebagai seorang pembunuh dalam pertempuran melawan Ksatria Templar.

Fassbender juga akan memainkan Aguilar, yang tinggal di Spanyol pada abad ke-15.
Fassbender telah dikenal karena perannya sebagai Magento di film "X-Men" . Dia juga membintangi "Macbeth", "Inglourious Basterds", dan "12 Years a Slave."

Pada "Assassin Creed" akun Twitter resmi, telah terungkap bahwa film ini akan memiliki koneksi ke permainan, dan komik masa depan dan buku.

Menurut Ubergizmo, ini menunjukkan bahwa apa pun penonton akan melihat di film
Film ini juga dibintangi Marion Cotillard (The Dark Knight Rises), Michael K Williams (12 tahun Slave), dan aktris Prancis Ariane Labed (Sebelum Midnight)

Genre              : Action
Penulis             : Justin Kurzel, Adam Cooper
Aktor               :
Michael Fasssbender
Marion Cotillard
Brendan Gleeson
Jeremy Irons
Rilis                 : 21 Desember 2016


Sumber: intifilm.com

Sinopsis Ouija 2 (Oktober 2016)

Film genre horor thriller, oleh sutradara Mike Flanagan, penulis skenario Jeff Howard dan Flanagan, didistribusikan oleh Universal Pictures, diproduksi oleh Blumhouse Productions dan Platinum Dunes. Pemain utama Annalise Basso, Henry Thomas, Doug Jones, ELizabeth Reaser, Lin Shaye, Alexis G. Zall.



Sinopsis Ouija 2
Film ini adala sekuel untuk film Ouija 1 dan masuk box office. Terinspirasi oleh sebuah papan tradisional dari kisah spritual kuno dengan nama yang sama (Ouija - permaian huruf).

Saat ini belum ada berita terkait film ini, namun tentu saja akan ada kaitan dengan film terdahulu saat Debbie Galardi dan Laine Morris mulai bermain papan Ouija, dimana ada aturan tak tertulis tentang memainkan benda kuno itu, jangan pernah melakukannya sendirian.

Ternyata Debbie yang melanggar aturannya sendiri dengan menyendiri dan menggunakannya yang pada akhirnya meminta nyawanya. Hingga akhir cerita, Laine kembali pulang ke rumah dan melihat bahwa benda penunjuk huruf Ouija itu (planchette) kembali masuk ke kamarnya. Film Ouija 1 berakhir saat Laine melihat ke jendela kaca lewat lobang penunjuk huruf itu.

Ouija 2 sepertinya akan melanjutkan horor baru yang akan dialami oleh Laine, dan akan semakin seru setelah Debbie yang sudah tewas masih tetap bersama mereka dengan beberapa petunjuk lewat Ouija untuk bisa berkomunikasi dengan mereka.


Film Summary



Mike Flanagan

October 21, 2016

 - Minutes

Horror,
Thriller

N/A

Jeff Howard,
Mike Flanagan

Universal Pictures,
Blumhouse Productions

Annalise Basso,
Henry Thomas,
Doug Jones,
Elizabeth Reaser,
Lin Shaye,
Alexis G. Zall
-
Ouija 2



Sumber: filmbioskop.co.id

23 Manfaat Musik Bagi Kesehatan

Faktanya musik kini memiliki peranan penting dalam kehidupan kita. Jika menengk kebelakang, pemanfaatan musik bahkan digunakan sebagai terapi penyembuhan pada zaman peradaban kejayaan islam yang dilakukan oleh Al-farabi dan Al-kindi. Sampai saat ini pun musik dikenal memiliki fungsi yang sentral di dalam kehidupan manusia. Berikut adalah diantaranya:
Manfaat musik di dalam kehidupan
1.    Sebagai pengungkapan emosional. Musik berfungsi sebagai media bagi seseorang untuk bisa mengungkapkan emosinya. Artinya,  si pemain musik akan dapat mengungkapkan perasaannya melalui musik.
2.    Sebagai penghayatan estetis. Musik adalah bagian dari karya seni. Sedangakan karya seni perlu memiliki sisi keindahan atau biasa disebut nilai estetika di dalamnya karya seni tersebut. Musik sendiri akan membuat kita dapat merasakan nilai-nilai estetika di dalamna baik melalui melodi atupun dinamikanya yang merupakan unsur musik yang menjadikan pembeda secara niai keindahan satu musik dengan musik yang lain.
3.    Sebagai hiburan. Seni musik ini memiliki fungsi hiburan jika mengacu pada pengertian musik sendiri bahwa sebuah musik pasti didalamnya mengandung unsur-unsur yang bersifat menghibur. Faktanya bisa kita lihat dari Melodi ataupun liriknya yang ada di dalamnya.
4.    Sebagai sarana komunikasi. Seni musik juga memiliki fungsi komunikasi yang mana berarti bahwa sebuah musik yang ada di suatu daerah dengan kebudayaan tertentu mengandung media pelestarian kebudayaan oleh masyarakat setempat. Hal ini dapat dilihat dari teks maupun melodi musik itu sendiri.
5.    Sebagai bentuk penyimbolan. Musik memiliki fungsi sentral di dalam melambangkan atau menyimbolkan suatu hal. Kita dapat melihatnya dari unsur-unsur musik tersebut, sebut saja seperti tempo sebuah musik. Apabila tempo sebuah musik tersebut lambat maka biasanya teksnya akan menceritakan sesuatu yang menyedihkan. Sehingga musik yang mellow akan identik melambangkan kesedihan.
6.    Sebagai reaksi jasmani. Saat  musik dimainkan, suara yang masuk di telinga kita itu dapat merangsang sel-sel saraf kita sehingga  akan menyebabkan tubuh kita bergerak seirama dengan musik tersebut. Jika musiknya ngebeat dan temponya cepat, maka kita pun ikut bergerak cepat, dan sebaliknya juga jika iramanya lambat.
7.    Sebagai deklarasi pengesahan lembaga sosial. Musik saat ini juga digunakan peranannya dalam suatu upacara. Bukan hanya sebagai pengiring namun juga identitas yang menjadi pelengkap sebuah pagelaran. Seperti halnya momen piala dunia kini selalu ada lagu resi yang dibuat setiap pagelaran berlangsung.
8.    Sebagai alat pemersatu masyarakat. Fungsi ini menjadikan musik memiliki nilai yang penting. Musik memiliki fungsi dalam menyatukan masyarakat. Musik yang dimainkan dengan bersama-sama tanpa disadari akan menghadirkan rasa kebersamaan diantara pemain dan juga pendengar musik itu sendiri. Mungkin itulah mengapa setiap negara memiliki lagu kebangsaan yang menjadi alat pemersatu rakyat di negaranya.

Manfaat khusus saat mendengarkan musik
Musik juga bermanfaat bagi Anda walaupun tidak bisa memainkan alat musik. Karena saat mendengarkan musik akan ada rangsangan-rangsangan yang baik untuk kondisi fisik dan mental kita. Manfaatnya yang akan kita dapatkan adalah:
9.    Meredakan rasa sakit. Dari sisi psikologis rasa sakit yang kita rasakan akan terasa berkurang. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas Utah’s Pain Research Center mengungkapkan bahwa dengan mendengarkan musik ketika kita sakit maka akan membuat rasa nyeri da sakit yang di derita  bisa berkurang.
10.  Meningkatkan sistem imune Hebatnya musik bermanfaat untuk menjaga sistem kekebalan tubuh kita. Jika biasanya kekebalan tubuh dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh, menariknya dengan mendengarkan irama musik juga bisa mempengaruhi sistem imune kita. Alasannya adalah karena musik bersifat terapeutik yang bersifat menyembuhkan. Pendapat yang dikemukakan oleh Campbel,“musik dapat menghasilkan stimulan yang bersifat ritmis,  Stimualan inilah yang kemudian ditangkap oleh indera pendengaran kita dan kemudian diolah di dalam sistem saraf tubuh serta kelenjar otak kita. Selanjtnya otak kita yang kembali mengorganisasikan interpretasi bunyi ke dalam ritme internal pendengarnya. Nah, ritme internal inilah yang  mempengaruhi metabolisme tubuh manusia yang pada akhirnya membuat prosesnya berlangsung dengan lebih baik”.
11.  Mengurangi resiko Alzheimer. Alzheimer merupakan otak tua yang indikasinya bisa dilihat adalah mulai mengalami penurunan daya ingat bahkan secara drastis. Musik dengan rangsangat ritmis-nya diyakini mampu menjaga fungsi otak kita. Ritme ini membuat sel-sel syaraf otak kita bekerja, perasaan nyaman dan tenang akan timbul yang membuat otak bekerja secara maksimal. Jika terus dilakukan, maka kemampuan berpikir kita akan tetap terjaga bahkan bisa lebih jernih dan tajam dalam berpikir.
12.  Rileksasi pikiran. Rangsangan ritmis yang dihasilkan musik juga mampu membuat pikiran menjadi lebih rileks, dan juga menimbulkan perasaan-perasaan positif , nyaman,  tenang dan optimis hingga bahagia.
13.  Menjaga kondisi good mood. Sama halnya dengan membaca komik, Mendengarkan musik favorit akan membuat suasana hati menjadi lebih tenang. Hal itu di  tunjang oleh penelitian yang dilakukan di Kanada tahun 2011 lalu. Hal ini berlaku untuk semua jenis musik. Penelitian lain menambahkan bahwa dengan mendengarkan musik yang disukai akan memicu pelepasan hormon dopamin.
14.  Menunjang produktivitas kerja. Bersumber dari journal dari She Knows mengungkapkan hasil studinya tehadap partisipan pegawai muda. Terbukti bahwa pegawai muda yang mendengarkan musik instrumental saja tanpa lirik akan memiliki tingkat kefokusan yang tinggi dibanding mereka yang mendengar musik dengan lirik. Di tambahkan lagi jika pegawai muda tersebut mendengarkan musik yang tidak disukai justru akan menghilangkan fokus kerjanya.
15.  Membentuk karakter diri. Musik memiliki karakter tersendiri dan bisa juga di bedakan pada banyak genre. Masing-masing genre memiliki pasar penikmat sendiri dengan karakter tertentu. Menyukai jenis musik tertentu diyakini turut membentuk perkembangan kepribadian kita.  Musik keras akan cenderung membuat kita selalu menjadi pribadi yang optimis, mellow sebagai pribadi yang cinta damai, dsb.

Manfaat khusus saat bermain musik
Bagi Anda yang bisa memainkan alat musik tentu akan mendapatkan manfaat yang jauh lebih banyak daripada mereka yang hanya mendengarkan musik. Bahkan dengan menjadi pemain musik juga otomtasi akan mendengarkan musik yang dimainkan oleh dirinya sendiri. Inilah manfaat bermain musik yang bisa di dapat.
16.  Menjaga kesehatan jantung. Hasil studi di belanda menemukan bahwa dengan bemain musik kurang lebih selama 2 jam sehari membantu menurunkan tekanan darah, serta detak jantung kita. Pakar menyarankan bagi penderita jantung untuk bermain musik karena akan menurunkan tekanan darah dan kardivaskular pada jantung.
17.  Menghilangkan stress Hasil riset yang dilakukan di Loma Linda Scholl of medice menmukan bahwa suara musik mempengaruhi turunnya tingkat stress pada tahap genomic. Bagi Anda yang bisa bermain musik, bisa menjadikan ini sebagai sarana refreshing untuk mencairkan rasa penat di kepala.
18.  Menarik perhatian lawan jenis. Penelitian ini dilakukan di Israel dengan melibatkan 50 orang wanita sebagai partisipan. Mereka mengaku bahwa pria yang pandai memainkan alat musik akan lebih menarik daripada pria yang tidak bisa. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan kemampuan bermain musik dapat mempengaruhi kesan kejantanan di mata lawan jenisnya.
19.  Meningkatkan kecerdasan Otak. Dr. Gordon Show mengungkapkan bahwa dengan bermain musik dapat menyeimbangkan otak kanan dan kiri kita. Alasannya karena saat bermain musik dapat mengaktifkan kedua sisi otak kita secara bersamaan. Kondisi ini akan berdampak positif pada pemain musik yang akan membantunya mendapatkan prestasi kerja dan studi di lingkungannya.
20.  Melatih daya konsentrasi. Bermain musik menuntut kita untuk berkonsentrasi dalam membaca setiap nada dan kemudian menyelaraskannya dengan kordinasi tangan, kaki dan bagian tubuh lain yang digunakan untuk bermain musik. Pekerjaan ini membuat otak kita terlatih daya konsentrasinya, karena jika pengorganisasian gerak tubuh yang salah tidak akan menghasilkan nada musik yang enak di dengar.
21.  Menambah daya imajinasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Rhole Islan, Amerika Serikatdengan melibatkan anak-anak sekolah music. hasil penelitiannya yang di kemudian beri judul “Learning improved by arts training” itu mengungkapkan bahwa pada usia anak-anak yang sudah belajar bermain alat music tertentu akan memiliki kepekaan serta kemampuan imajinasi yang lebih tinggi daripada anak-anak lain di usianya yang tidak mempelajari alat musik.
22.  Pandai mengatur waktu. Penelitian ini dilakukan di AS kepada 48 partisipan yang  memiliki usia 19 sampai 21 tahun baik laki-laki maupun perempuan. Para partisipan adalah yang sudah betul-betul menguasai alat music. Hasil penelitian tersebut menemukan fakta bahwa adanya suatu kondisi rata-rata di bagian otak dengan kemampuan bahasa, kosnep dan manajemen waktunya.
23.  Meningkatkan kemampuan komunikasi. Penelitian ini dilakukan di AS dengan menguji para musisi cilik. Hasil penelitian menemukan bahwa mereka memiliki kesamaan dalam tingkat respon yang cepat serta memiliki kepekaan terhadap suara di sekitarnya. Dengan bermain musik akan memperbaiki sistem pendengaran kita dan akan menunjang pula kemampuan komunikasi kita.
Manfaat musik bagi kesehatan ternyata sangat banyak sekali yah, kita dapat mendengarkan musik yang dapat meningkatkan berbagai organ serta otak kita.
 Sumber: manfaat.co.id

Musik Dan Pengaruhnya Terhadap Kecerdasan Emosi Dan Perkembangan Kognitif

Musik mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme. Meskipun demikian, ternyata musik mempunyai pengaruh terhadap perkembangan kognitif serta kecerdasan emosi. Dan untuk lebih jauh mengetahui tentang hal tersebut, berikut disajikan pengaruh musik terhadap kecerdasan emosi serta perkembangan kognitif yang ditulis oleh Luthfi Seli Fauzi.

Kognitif dan Musik
Kognitif merupakan semua proses dan produk pikiran untuk mencapai pengetahuan yang berupa aktivitas mental seperti mengingat,  mensimbolkan, mengkategorikan, memecahkan masalah, menciptakan dan berfantasi.
Penelitian menunjukkan bahwa musik dapat memberikan rangsangan-rangsangan yang kaya untuk segala aspek perkembangan secara kognitif dan kecerdasan emosional (emotional intelligent). Roger Sperry (1992) dalam Siegel (1999) penemu teori Neuron mengatakan bahwa neuron baru akan menjadi sirkuit jika ada rangsangan musik sehingga neuron yang terpisah-pisah itu bertautan dan mengintegrasikan diri dalam sirkuit otak, sehingga terjadi perpautan antara neuron otak kanan dan otak kiri itu.

Mengacu pada perkembangan kognitif dari Piaget (1969) dalam teori belajar yang didasari oleh perkembangan motorik, maka salah satu yang penting yang perlu distimulasi adalah keterampilan bergerak. Melalui keterampilan motorik anak mengenal dunianya secara konkrit. Dengan bergerak ini juga meningkatkan kepekaan sensori, dan dengan kepekaan sensori ini juga meningkatkan perkiraan yang tepat terhadap ruang (spatial), arah dan waktu. Perkembangan dari struktur ini merupakan dasar dari berfungsinya efisiensi pada area lain. Kesadaran anak akan tempo dapat bertambah melalui aktivitas bergerak dan bermain yang menekankan sinkronis, ritme dan urutan dari pergerakan. Kemampuan-kemampuan visual, auditif dan sentuhan juga diperkuat melalui aktivitas gerak.
Gallahue, (1998) mengatakan, kemampuan-kemampuan seperti ini makin dioptimalkan melalui stimulasi dengan memperdengarkan musik klasik. Rithme, melodi, dan harmoni dari musik klasik dapat merupakan stimulasi untuk meningkatkan kemampuan belajar anak. Melalui musik klasik anak mudah menangkap hubungan antara waktu, jarak dan urutan (rangkaian) yang merupakan keterampilan yang dibutuhkan untuk kecakapan dalam logika berpikir, matematika dan penyelesaian masalah.
Hasil penelitian Herry Chunagi (1996) Siegel (1999), yang didasarkan atas teori neuron (sel kondiktor pada sistem saraf), menjelaskan bahwa neuron akan menjadi sirkuit jika ada rangsangan musik, rangsangan yang berupa gerakan, elusan, suara mengakibatkan neuron yang terpisah bertautan dan mengintegrasikan diri dalam sirkuit otak. Semakin banyak rangsangan musik diberikan akan semakin kompleks jalinan antarneuron itu. Itulah sebenarnya dasar adanya kemampuan matematika, logika, bahasa, musik, dan emosi pada anak.
Selain itu juga, Gordon Shaw (1996) mengatakan kecakapan dalam bidang yakni matematika, logika, bahasa, musik dan emosi bisa dilatih sejak kanak-kanak melalui musik. Dengan melakukan penelitian membagi 2 kelompok yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen melalui pendidikan musik sehingga sirkuit pengatur kemampuan matematika menguat.
Musik berhasil merangsang pola pikir dan menjadi jembatan bagi pemikiran-pemikiran yang lebih kompleks. Didukung pula oleh Martin Gardiner (1996) dalam Goleman (1995) dari hasil penelitiannya mengatakan seni dan musik dapat membuat para siswa lebih pintar, musik dapat membantu otak berfokus pada hal lain yang dipelajari. Jadi, ada hubungan logis antara musik dan matematika, karena keduanya menyangkut skala yang naik turun, yaitu ketukan dalam musik dan angka dalam matematika.
Daryono Sutoyo, Guru Besar Biologi UNS Solo, melakukan penelitian (1981) tentang kontribusi musik yaitu menstimulasi otak, mengatakan bawha pendidikan kesenian penting diajarkan mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) agar peserta didik sejak dini memperoleh stimulasi yang seimbang antara belahan otak kiri dan belahan otak kanannya. Bila mereka mampu menggunakan fungsi kedua belahan otaknya secara seimbang, maka apabila mereka dewasa akan menjadi manusia yang berpikir logis dan intutif, sekaligus cerdas, kreatif, jujur, dan tajam perasaannya.
Implementasi dari penelitian tersebut, pendidikan kesenian sewaktu di SD mempengaruhi keberhasilan studi pada pendidikan berikutnya yaitu di SMP, dan begitu juga dengan pendidikan kesenian di SMP kan mempengaruhi keberhasilan studi pada masa di SMA. Dan kesenian di SMA, mau tidak mau menjadii factor penentu dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia yang baik.

Musik dan Kecerdasan Emosi
Sternberg dan Salovery (1997) mengemukakan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali emosi diri, yang merupakan kemampuan seseorang dalam mengenali perasaannya sendiri sewaktu perasaan atau emosi itu muncul, dan ia mampu mengenali emosinya sendiri apabila ia memiliki kepekaan yang tinggi atas perasaan mereka yang sesungguhnya dan kemudian mengambil keputusan-keputusan secara mantap.
Kemampuan mengelola emosi merupakan kemampuan seseorang untuk mengendalikan perasaannya sendiri sehingga tidak meledak dan akhirnya dapat mempengaruhi perilakunya secara wajar. Misalnya seseorang yang sedang marah maka kemarahan itu tetap dapat dikendalikan secara baik tanpa harus menimbulkan akibat yang akhirnya disesali di kemudian hari.
Kepekaan akan rasa indah timbul melalui pengalaman yang dapat diperoleh dari menghayati musik. Kepekaan adalah unsur yang penting guna mengerahkan kepribadian dan meningkatkan kualitas hidup. Seseorang memiliki kepekaan yang tinggi atas perasaan mereka maka ia akan dapat mengambil keputusan-keputusan secara mantap dan membentuk kepribadian yang tangguh.
Kemampuan motivasi adalah kemampuan untuk memberikan semangat kepada diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang baik dan bermanfaat. Dalam hal ini terkandung adanya unsur harapan dan optimisme yang tinggi, sehingga memiliki kekuatan semangat untuk melakukan suatu aktivitas tertentu, misalnya dalam hal belajar. Seperti apa yang kita cita-citakan dapat diraih dan mengisyaratkan adanya suatu perjalanan yang harus ditempuh dari suatu posisi di mana kita berada ke titik pencapaian kita dalam kurun waktu tertentu.
Kemampuan membina hubungan bersosialisasi sama artinya dengan kemampuan mengelola emosi orang lain. Evelyn Pitcer dalam Kartini (1982) mengatakan musik membantu remaja untuk mengerti orang lain dan memberikan kesempatan dalam pergaulan sosial dan perkembangan terhadap emosional mereka.
Remaja, merupakan pribadi sosial yang memerlukan relasi dan komunikasi dengan orang lain untuk memanusiakan dirinya. Remaja ingin dicintai, ingin diakui, dan dihargai. Berkeinginan pula untuk dihitung dan mendapatkan tempat dalam kelompoknya. Jelas bahwa individualitas dan sosialitas merupakan unsur-unsur yang komplementer, saling mengisi dan melengkapi dalam eksistensi remaja.
Kecerdasan emosional perlu dikembangkan karena hal inilah yang mendasari keterampilan seseorang di tengah masyarakat kelak, sehingga akan membuat seluruh potensi anak dapat berkembang secara lebih optimal.
Idealnya seseorang dapat menguasai keterampilan kognitif sekaligus keterampilan sosial emosional. Daniel Goleman (1995) melalui bukunya yang terkenal “Emotional Intelligences (EQ)”, memberikan gambaran spectrum kecerdasan, dengan demikian anak akan cakap dalam bidang masing-masing namun juga menjadi amat ahli. Sebagaimana dikatakan oleh para ahli, perkembangan kecerdasan emosional sangat dipengaruhi oleh rangsangan musik seperti yang dikatakan Gordon Shaw (1996).
Menurut Siegel (1999) ahli perkembangan otak, mengatakan bahwa musik dapat berperan dalam proses pematangan hemisfer kanan otak, walaupun dapat berpengaruh ke hemisfer sebelah kiri, oleh karena adanya cross-over dari kanan ke kiri dan sebaliknya yang sangat kompleks dari jaras-jaras neuronal di otak.
Efek atau suasana perasaan dan emosi baik persepsi, ekspresi, maupun kesadaran pengalaman emosional, secara predominan diperantarai oleh hemisfer otak kanan. Artinya, hemisfer ini memainkan peran besar dalam proses perkembangan emosi, yang sangat penting bagi perkembangan sifat-sifat manusia yang manusiawi.
Kehalusan dan kepekaan seseorang untuk dapat ikut merasakan perasaan orang lain, menghayati pengalaman kehidupan dengan “perasaan”, adalah fungsi otak kanan, sedang kemampuan mengerti perasaan orang lain, mengerti pengalaman dengan rasio adalah fungsi otak kiri. Kemampuan seseorang untuk dapat berkomunikasi dengan baik dan manusiawi dengan orang lain merupakan percampuran (blending antara otak kanan dan kiri itu).
Proses mendengar musik merupakan salah satu bentuk komunikasi afektif dan memberikan pengalaman emosional. Emosi yang merupakan suatu pengalaman subjektif yang inherent terdapat pada setiap manusia. Untuk dapat merasakan dan menghayati serta mengevaluasi makna dari interaksi dengan lingkungan, ternyata dapat dirangsang dan dioptimalkan perkembangannya melalui musik sejak masa dini.
Campbell 2001 dalam bukunya efek Mozart mengatakan musik romantik (Schubert, Schuman, Chopin, dan Tchaikovsky) dapat digunakan untuk meningkatkan kasih sayang dan simpati.

Musik digambarkan sebagai salah satu “bentuk murni” ekspresi emosi. Musik mengandung berbagai contour, spacing, variasi intensitas dan modulasi bunyi yang luas, sesuai dengan komponen-komponen emosi manusia.

Sumber: Duniabaca.com